Suara.com - Perundingan utang Yunani akan berakhir minggu ini dan proposal Yunani termasuk rencana reformasi rinci harus disajikan paling lambat Kamis (9/7/2015), Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan pada Selasa (7/7/2015) malam waktu setempat.
Karena para menteri keuangan dari negara-negara zona euro tidak menerima proposal baru yang mereka harapkan dari Yunani pada pertemuan Eurogroup Selasa, Tusk mendesak Yunani untuk mengajukan proposal di hari berikutnya.
"Pemerintah Yunani akan kembali paling lambat Kamis 9 Juli untuk menetapkan secara rinci proposal agenda reformasi yang komprehensif dan spesifik untuk penilaian oleh tiga lembaga yang akan disajikan ke Eurogroup," katanya setelah pertemuan puncak zona euro di Brussel tentang krisis utang Yunani.
Karena pertemuan tingkat tinggi euro tambahan lain tentang Yunani berakhir sia-sia, Tusk mengumumkan para pemimpin 28 negara anggota Uni Eropa akan bertemu lagi pada Minggu, 12 Juli.
"Sampai saat ini saya menghindari berbicara tentang tenggat waktu, tapi malam ini saya harus mengatakan itu keras dan jelas, batas akhir berakhir minggu ini," katanya, memperingatkan bahwa hanya ada waktu lima hari untuk menghindari skenario terburuk dan menyelamatkan Yunani dari kebangkrutan.
Ia menyebut pemimpin negara-negara Uni Eropa mencoba untuk menemukan konsensus, menekankan bahwa kebangkrutan Yunani dan kebangkrutan sistem perbankan akan mempengaruhi seluruh Eropa, juga dalam arti geopolitik.
"Jika seseorang memiliki ilusi apapun itu tidak akan begitu, mereka naif," katanya.
Presiden mengatakan semua pihak dalam negosiasi berbagi tanggung jawab untuk status quo, mengatakan. Kita semua, ujarnya, bertanggung jawab untuk krisis, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengatasinya. (Antara/Xinhua)
Tag
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka