Ketika menjalani operasi katarak kemarin, Gombloh mengaku menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.
"Kalau kayak saya ya BPJS itu malah sangat membantu, nggak malu pakai BPJS juga wong operasi ini habis hampir Rp10 juta jadi gratis, meskipun memang harus ke puskesmas dulu untuk minta rujukan mungkin kalau artis ada yang malu karena penginnya kalau sakit segera ditangani di rumah sakit, tapi kalau saya ya nggak, saya malah lebih suka dirawat di kelas dua jadi ada temennya dan lebih merakyat," kata Gombloh.
Gombloh bersyukur hingga saat ini masih banyak orang yang masih ingat padanya.
Karena keramahannya, Gombloh mendapat banyak keberuntungan, seperti saat ketika periksa kesehatan di RSUP Dr. Sardjito, petugas media yang ditemuinya datang membantu.
"Kalau biasanya pasien itu yang hubungi atau cari dokternya, kemarin saya malah yang di sms sama dokter Sardjito, disuruh datang karena kamis mau operasi katarak," kata Gombloh. (Wita Ayodhyaputri)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Ini Pengakuan WN Australia Jadi Saksi Pembunuhan Angeline
Pakai Mukena, Bella Sophie Malah Dicaci
Soal Temuan Klorin di Pembalut dan Pantyliner, Ini Kata Menkes
Umrah, Wajah Laudya Bella Terbakar
Tega, Bocah Tujuh Tahun Dipaksa Orangtua Tinggal di Kandang Babi
Tag
Berita Terkait
-
Teddy Pardiyana Resmi Jadi Tersangka, Anak Pertanyakan Agama Eddy Gombloh
-
Pengakuan Anak Minta Uang ke Eddy Gombloh, Berujung Dipukul Ibu Sambung
-
Anak Kaget Eddy Gombloh Pindah Agama, Pertanyakan Surat Baptis
-
Manajer Bunga Citra Lestari Kasus Narkoba, Saipul Jamil Diminta Jangan Sok Cakep
-
Sebelum Meninggal Dunia, Jantung Eddy Gombloh Bengkak
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!
-
Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis
-
Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!
-
Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan
-
Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final
-
Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya