Suara.com - Sebuah pesawat maskapai Lufthansa yang mengangkut 108 penumpang nyaris bertabrakan dengan sebuah pesawat nirawak alias drone, ketika akan mendarat di sebuah bandara di Warsawa, Polandia pada Senin petang (20/7/2015).
Tabrakan nyaris terjadi saat drone itu melayang hanya 100 meter dari pesawat buatan Embraer, yang akan mendarat di Warsawa dalam penerbangan dari Munich, Jerman. Adapun pesawat tersebut terbang di ketinggian 760 meter.
Peristiwa tersebut kini sedang diselidiki oleh kepolisian Polandia, demikian dikatakan badan layanan navigasi udara Polandia (PANSA) dan Lufthansa.
Adapun pesawat itu bisa mendarat dengan selamat, meski PANSA harus mengganti tujuan pendaratan dari pesawat-pesawat lain hingga kawasan itu tak lagi diganggu drone. Helikopter polisi dan militer Polandia juga dikerahkan ke wilayah itu untuk mencari drone tersebut.
Insiden itu diketahui setelah pilot mengeluh kepada menara kendali lalu lintas udara tentang adanya drone, yang disebutnya "sangat membahayakan penerbangan" sipil.
Penggunaan drone untuk berfoto, merekam gambar film atau ajang olahraga sedang mejamur di Eropa. Kini Uni Eropa sedang menyusun undang-undang yang mengatur penggunaan drone di daratan itu, agar tidak melanggar hak pribadi warga dan mencelakai orang lain. Rencananya undang-undang baru itu akan diperkenalkan pada akhir 2015. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan