Suara.com - Pemerintah di sebuah kota di Cina menggunakan jasa pesawat nirawak atau drone sebagai pengawas ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Penggunaan drone diharapkan bisa meminimalisasi praktik contek di ujian yang diikuti oleh lebih dari sembilan juta pelajar di negara itu.
Pihak berwenang di Luoyang, Cina bagian tengah, menggunakan drone untuk mengawasi pelaksanaan ujian seleksi masuk perguruntan tinggi negeri. Langkah itu diambil seiring dengan rencana Kementerian Pendidikan Cina yang berniat membuat ujian seleksi masuk universitas negeri lebih transparan pada 2020.
Drone yang akan digunakan dalam ujian itu bukan sekedar merekam dan memantau para peserta tes, tetapi juga bisa mendeteksi sinyal radio yang dikirimkan melalui perangkat mobil para pelajar yang berbuat curang.
Penggunaan drone canggih ini untuk mengantisipasi praktik pelajar yang menggunakan pena cerdas dalam ujian. Jamak diketahui di Cina, para pelajar menggunakan pena berkamera untuk memotret soal dan mengirim fotonya ke rekannya di luar lokasi ujian. Rekan itu akan mengirim jawaban soal ujian melalui earphone peserta ujian.
Seperti yang dikutip The Washington Post dari media lokal Cina, kementerian pendidikan pada pekan ini mengeluarkan maklumat tentang pemberantasan aksi contek dalam ujian sekolah. Selama tahun lalu kementerian pendidikan sudah mengambil tindakan tegas terhadap lebih dari 80 guru, pejabat, pelajar, dan bahkan orang tua murid yang diketahui terlibat dalam aksi contek-mencontek.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol