Suara.com - Polda Metro Jaya akan melakukan upaya persuasif untuk meredam konflik yang kerap terjadi antara tukang ojek dari PT. Gojek Indonesia dan tukang ojek yang biasa mangkal.
"Yang jelas kepolisian sudah antisipasi kita lakukan sosialisasi ke ojek biasa nggak perlu melakukan hal yang merugikan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya M. Iqbal, Selasa (28/7/2015).
Konflik yang belum lama ini terjadi ialah pemukulan terhadap tukang ojek dari Gojek bernama Istiqomah pada Jumat (25/7/2015) di Warung Buncit, Pancoran, Jakarta Selatan. Istiqomah dipukul karena dianggap mengambil jatah tukang ojek yang mangkal di daerah tersebut.
Iqbal mengimbau kasus kekerasan semacam itu tak terulang lagi di masa mendatang. Menurut Iqbal konsumen tukang ojek pangkalan dan Gojek berbeda sehingga tidak perlu ada yang merasa tersaingi.
Iqbal menyarankan tukang ojek pangkalan untuk bergabung dengan Gojek karena pendapatannya lebih menjanjikan.
"Mereka karena motifnya cemburu. Harusnya mereka mendekat ke Gojek. Nggak perlu berebut pasarnya, karena pasarnya lain," kata Iqbal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!
-
Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029
-
Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?