Suara.com - Terjadi kebakaran di perumahan Tanjung Barat Indah, Jagakara, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2015). Kobaran api diduga akibat korsleting dari penanak nasi yang merembet ke kompor gas di rumah salah satu warga. Dari korsleting itu, satu rumah hangus terbakar.
Lima unit mobil kebakaran langsung diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah agar tidak merembet ke rumah-rumah warga di lokasi kebakaran.
"Kebakaran di rumah salah seorang warga yang ada di Perumahan Tanjung Barat Indah, RT 03/02, Blok I/16. Lima unit kami terjunkan," kata Kasi Ops Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan Edi Sucipto saat dihubungi, Rabu (29/7/2015).
Dikatakan Edi, percikan api berawal dari dapur di salah satu rumah warga yang sedang ditinggal penghuninya.
Tiba-tiba penanak nasi di rumah tersebut mengalami korsleting sehingga timbul percikan api. Api cepat merambat lantaran penanak nasi berdekatan dengan kompor gas sehingga menyebabkan kebakaran di rumah tersebut.
"Syukur karena petugas telah berhasil memadamkan api dan saat ini tengah memasuki tahap pendinginan. Tidak ada korban dalam kebakaran itu," kata dia.
Dari kejadian ini, pihaknya pun menyarankan agar masyarakat lebih waspada karena musim kemarau bulan ini cukup berpotensi memicu kebakaran.
"Tapi, kami mengimbau pada masyarakat untuk berhati-hati. Sebab, potensi kebakaran di musim kemarau ini tinggi. Cuaca panas membuat api akan dapat melebar dengan cepat," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat