Suara.com - Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu daerah yang masih memiliki satu calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2015.
Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum dan pasangannya, Ade Sugianto, menjadi satu-satunya calon di pilkada serentak sehingga pilkada Tasikmalaya terancam ditunda.
Uu mengharapkan Pemerintah bersama DPR RI untuk bisa segera melakukan revisi Undang-undang Pilkada. Terlebih pengusungan bakal calon dinilai selalu berbelit lantaran harus melakukan persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dari masing-masing partai politiknya.
"Kalau jadi revisi undang-undang, kami minta penjaringan calon jangan oleh DPP Pusat, tapi kalau ditetapkannya di tingkat Kabupaten selesai," ujar Uu di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2015).
Politisi PPP itu bahkan mengeluh apabila harus dari Tasikmalaya ke Jakarta demi mendapatkan izin serta mengurus administrasi untuk menjadi calon dari ketua partainya. Terlebih persaratan yang rumit apabila harus maju tanpa partai politik.
"Kemudian udah berangkat dari Tasik ke Jakarta ketuanya tidak ada (ketuanya) sedang di luar kota dan di tungguin, sehari ditungguin nggak ada, wakil ketua juga katnya tidak ada, pusing," kata Uu.
"Itu juga disebabkan oleh sulitnya (peraturan) jadi calon independen, karena persyaratan yang tinggi, dulu ngak ada pernyatan dukungan, hari ini ada pernyatan dukungan pakai materai dan halus (didukung) 6 persen jumlah penduduk Tasik. Sebenarnya banyak kok anggota independen baik tapi ditutup oleh aturan ini (akhirnya tidak bisa maju)," Uu menambahkan.
Lebih, jauh, ketika disinggung mengenai mahar dirinya kepada parpol yang mengusung seperti PAN, PKS, PDIP dan Golkar, Uu mengaku mahar tersebut tidak ada. Dia mengaku diminta parpol pendukung untuk dilibatkan saat membuat kebijakan.
"Mahar tidak ada, hanya diminta kebersamaan untuk partai seperti untuk kebijakan itu aja yang ada. Nggak ada mahar. Kebersamaan itu nanti setelah berjalan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan
-
Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah
-
Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026
-
DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan
-
Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah