Suara.com - Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menilai ada sekenario politik yang sudah dirancang apabila nantinya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015 diundur.
"Fenomena calon tunggal ini bukan ujug-ujug ada gitu aja, tapi kalau dicermati tujuh daerah yang sekarang ini masih tetap calon tunggal, itu sebetulnya bukan tidak ada calon yang lain. Ada. tetapi mereka tidak mau mendaftar," kata Sebastian di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2015).
"Artinya apa? artinya si calon dengan partai politik ini kerja sama untuk menyetop pilkada pada tahun 2015. Lalu diundur ke 2017. Ini kan bagian dari skenario. Nah, skenario seperti itu juga terkait dengan kepentingan politik atau ambisi politik si calon yang diamini oleh parpol," jelas Sebastian.
Menurut Sebastian solusi yang harus diambil oleh pemerintah dan DPR adalah segera melakukan revisi Undang-undang Pilkada. Ia juga berharap penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bisa mendata mana saja partai politik yang belum berkontribusi pada Pilkada serentak.
"Selain mengundur jadwal pendaftaran ini, pada saat yang sama penyelenggara pemilu mesti mengidentifikasi partai-partai mana yang sudah memberikan dukungan kepada calon-calon tertentu, tetapi mereka tidak mendaftar dan haru berikan dorong kepada partainya supaya calonnya mendaftar di KPU," jelas dia.
Lebih jauh, Sebastian meyakini jika persoalan tersebut tidak segera diatasi oleh pemerintah dan KPU, maka ke depan tidak menutup kemungkin hal serupa akan terjadi kembali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger