Suara.com - Kepolisian Resor Kupang Kota, pada Senin (24/8/2015), mengatakan telah menemukan jasad Kepala Depo Pengisian Pesawat Udara (Aftur) Pertamina Bandara El Tari Kupang, Marthin Ibo (50) di dalam kamarnya.
"Kita belum temukan penyebab kematiannya namun dari hasil visum tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan fisik," kata Kepala Kepolisian Resor Kupang Kota AKBP Budi Hermawan kepada wartawan di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Ia menjelaskan dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh tim dokter dari RS Bhayangkara ditemukan bahwa korban mengkonsumsi obat-obatan dan suplemen, namun semuanya menurut Budi akan dibuktikan melalui hasil otopsi.
Korban yang baru menjabat sebagai Kepala Pengisian bahan bakar udara Pertamina Bandara El Tari Kupang selama dua tahun tersebut ditemukan di dalam kamar tidurnya dalam keadaan bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana pendek.
Perangkat televisi di dalam kamar korban ditemukan dalam keadaan menyala. Beberapa jenis obat-obatan, makanan, dan suplemen tergeletak di atas meja makan.
Budi menambahkan, dari keterangan saksi diketahui bahwa korban ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 11.30 wita waktu setempat oleh seorang petugas keamanan di lokasi rumah dinas korban.
"Katanya karena mencium bau yang sangat menyengat maka saksi melihat dari balik jendela kemudian memanggil korban, tetapi karena tak ada respon makanya dirinya langsung memanggil kami (Polisi)," tutur Budi.
Korban sendiri, dari informasi yang dihimpun oleh pihak kepolisian, tidak memiliki riwayat penyakit, sehingga proses otopsinya masih terus berlanjut.
"Kita belum menemukan riwayat dari sakit korban. Kalau sudah temukan kita bisa mengetahui sakit apa yang dideritanya sehingga korban meninggal," jelas Budi.
Korban sendiri, saat ini diketahui hanya tinggal seorang diri di Kupang. Istri dan anak-anaknya menetap di Jakarta. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK