Suara.com - Majen Purnawiaran Hendardji Soepandji mengaku rela mundur dari jabatannya sebagai komisaris di sejumlah perusahaan jika terpilih sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Saya akan mundur dan fokus penuh dalam pemberantasan korupsi," kata Hendardji di Gedung Seketariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2015).
Hendardji saat ini tercatat sebagai Komisaris Independen di PT. Cahaya Kalbar, Tbk Wilmar International Group.
Dia mengaku terpanggil terlibat melakukan pemberantasan korupsi secara langsung.
"Tujuan saya semata mata untuk kemajuan bangsa ini," tambahnya.
Saat berdinas di TNI, Hendardji selama 36 tahun menjadi penyidik di Polisi Militer TNI AD.
Dengan pengalaman itu, membuatnya yakin melakukan pencegahan terhadap perbuatan korupsi yang melibatkan banyak pihak baik i dari unsur pemerintah maupun unsur swasta.
Dia juga mengatakan berencana lebih mengedepankan pendekatan antar lembaga penegak hukum.
"Salah satu caranya adalah dengan melakukan pendekatan-pendekatan yang dilakukan secara institusional melalui mekanisme koordinasi antar sesama lembaga penegak hukum lainnya," tutupnya.
Tag
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
KontraS Kritik Hakim Pengadilan Militer yang Ancam Pidanakan Saksi Korban Andrie Yunus
-
RSUD Sleman Rawat Tiga Bayi Kasus Pakem, Perlakuan Selama di Penitipan Jadi Sorotan
-
Garuda Yaksa FC Lolos ke Liga 1, DPR Sebut Prestasi Diraih Murni dari Lapangan
-
Pesawat Turkish Airlines Terbakar Saat Mendarat di Nepal, 277 Penumpang Dievakuasi
-
Kericuhan Suporter Berulang, DPR Desak Menpora Evaluasi Total Pengurus PSSI
-
Gerebek Gudang Kemandoran! Polisi Sita 1.496 Motor Ilegal Siap Ekspor, Terkuak Modus Pakai KTP Orang
-
Peluncuran Panduan Antikorupsi, Wamendagri Wiyagus: Momentum Perkuat Reformasi Hukum dan Birokrasi
-
Potong Ucapan Nadiem dalam Sidang, Jaksa: Jangan Mudah Bawa Nama Presiden
-
DPR Minta Pemerintah Tak Tunggu Lonjakan Kasus Hantavirus Baru Bertindak
-
Bongkar Love Scamming di Rutan Kotabumi Lampung, Menteri Agus: Kalau Pegawai Terlibat, Proses!