Suara.com - Sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional di Juanda Surabaya menuju ke Bandara Sam Ratulangi, Manado, Minggu (30/8/2015) mengalami penundaan menyusul adanya letusan Gunung Lokon di Sulawesi Utara pada Sabtu (29/8/2015) pukul 23.49 WITA.
Humas PT. Angkasa Pura I Juanda Liza Anindya mengatakan sedikitnya ada tiga penerbangan yang akan berangkat melalui Bandara Internasional Juanda terpaksa ditunda keberangkatannya akibat letusan tersebut.
"Tiga penerbangan tersebut masing-masing Lion Air dengan nomor penerbangan JT 748, JT 736 dan satu penerbangan milik maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 452. Masing-masing penerbangan tersebut membawa lebih dari 150 orang penumpang," katanya.
Ia mengemukakan para penumpang tersebut masih menunggu di Bandara Internasional Juanda di antaranya berada di Terminal 1 untuk penumpang Lion Air dan juga berada di Terminal 2 Bandara Juanda untuk penumpang Garuda Indonesia.
"Saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan maskapai terkait adanya penutupan bandara yang ada di Manado tersebut," katanya.
Ia berharap, bandara di Manado tersebut segera dibuka kembali supaya para penumpang bisa melanjutkan perjalanannya.
"Kami berharap supaya penerbangan yang menuju ke bandara tersebut bisa berjalan seperti semula dan para penumpang yang sedang menunggu penerbangan supaya bisa lebih bersabar," katanya.
Bandara Samratulangi Manado Sulawesi Utara ditutup menyusul adanya letusan Gunung Lokon yang ada di provinsi tersebut dan mengakibatkan sejumlah penerbangan dari dan menuju bandara itu ditunda sampai dengan waktu yang belum ditentukan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara