Suara.com - Pengacara kondang Otto Cornelis Kaligis (OC Kaligis) menjalani sidang pembacaan dakwaan terkait kasus suap hakim dan panitera PTUN Medan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (31/8/2015).
Saat tiba, OC Kaligis mengaku masih mengalami sakit kepala. Dia bahkan mengaku hampir meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya tersebut.
"Kemarin hampir mati. Tensinya 212. Untung ada, tanya sama jaksa, itu rusak semua saya punya kepala. Tapi langsung sama Terawan langsung di-itu," kata OC Kaligis.
Meski demikian, Kaligis membantah jika dia mencoba menghalang-halangi proses persidangan yang sempat tertunda pada Kamis (27/8/2015) kemarin.
"Saya menghalang-halangi itu keterlaluan, dimuat di koran bahwa saya menghalang-halangi. Mana mungkin saya menghalangi-halangi. Sudahlah, jangan memfitnah orang kalau orang sakit," sambungnya.
Sebelumnya, OC Kaligis memohon kepada Majelis Hakim Tipikor untuk mengizinkan dirinya diperiksa oleh dokter pribadi keluarganya yang bekerja di RSPAD, lantaran menderita penyempitan pembuluhan darah di kepala. Atas permintaan tersebut, Hakim Ketua Sumpeno mengabulkannya, sehingga sidang pembacaan dakwaan yang harusnya digelar Kamis itu pun terpaksa ditunda.
"Demi efektivitas perkara, maka Majelis Hakim memberi izin kepada terdakwa untuk memeriksakan diri ke dokter Terawan di RSPAD," kata Sumpeno, di Gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/8).
Kaligis ditangkap penyidik KPK dan ditetapkan sebagai tersangka pada 14 Juli 2015. Dia terseret kasus dugaan suap hakim dan panitera PTUN Medan, setelah anak buahnya, M Yagari Bhastara alias Gerry, ditangkap KPK pada 9 Juli silam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!