Suara.com - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, Anung Indro Susanto-Muhammad Fajri, Senin (31/8/2015), kampanye di Panti Wreda Dharma Bhakti, Jalan Dr. Rajiman 620, Laweyan, Solo, Jawa Tengah.
Dalam kampanye pasangan calon yang diusung oleh Koalisi Solo Bersama, diwarnai aksi bagi-bagi uang kepada penghuni panti jompo.
“Ya tadi dapat amplop putih kemudian saya buka ada uangnya Rp20 ribu,” kata salah seorang penghuni panti, Suminah (65).
Suminah mengaku tidak tahu kalau akan diberi uang oleh calon wali kota periode 2015-2020 itu. Suminah mengaku hanya diminta untuk ikut berkumpul di ruang aula panti untuk mengikuti sosialisasi.
Kepala Panti Wreda Dharma Bhakti, Suryanto, mengatakan sosialisasi tersebut dilakukan secara dadakan. Panti hanya diberi tahu melalui saluran ponsel dari tim pemenangan pasangan calon tersebut.
Meski demikian, Suryanto mengaku telah melakukan koordinasi dengan kepala dinas setempat terkait acara kampanye.
“Sudah melakukan koordinasi dengan bapak kepala dinas terkait sosialisasi. Kita tidak memberikan fasilitas apapun kepada mereka. Dan kita juga telah meminta agar tidak membagi stiker,” katanya.
Menurut Suryanto sosialisasi pasangan KSB tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari jumlah total 85 penghuni panti.
“Mereka sudah kita kumpulkan dua jam sebelum kegiatan dimulai. Ternyata kegiatannya mundur sehingga membuat mereka kelelahan,” imbuh dia.
Sementara Calon Wali Kota Anung Indro Susanto mengaku kedatangannya ke panti jompo untuk mengenalkan diri dan meminta doa restu. Dia mengaku dalam sosialisasi hanya memberikan snack box.
“Hanya memberikan snack box saja tidak ada yang lain,” kata Anung.
Selain mengenalkan diri kepada penghuni panti, kata Anung, kedatangannya sebagai bentuk perhatian kepada penghuni panti.
“Mereka itu butuh perhatian kita. Di usianya yang sudah senaj itu mereka butuh untuk diperhatikan dan dibahagiakan,” imbuhnya. (Labib Zamani)
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas
-
Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar
-
Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK
-
BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
-
Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan