Suara.com - Markas Besar Kepolisian RI menjamin pelaksanaan ibadah salat Idul Adha di Kabupaten Tolikara, Papua, aman. Polisi akan menambah kekuatan pengamanan agar kasus bumi hangus pada Idul Fitri lalu tak terulang.
"Negara akan menjamin umat muslim menjalankan ibadah nanti," demikian dikatakan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto di Mabes Polri, Rabu (9/9/2015).
Mabes Polri juga minta kesediaan masyarakat Tolikara untuk sama-sama menjaga sikap toleransi antarumat beragama.
"Jangan saling mengganggu dan tidak saling mempengaruhi. Harus menjunjung tinggi toleransi," ujarnya.
Agama apapun, katanya, berhak untuk menjalankan ibadah dengan tenang dan hal itu dijamin UUD 1945.
Agus mengatakan sebenarnya kerukunan umat beragama di Papua terjalin baik. Adat masyarakat di negeri paling ujung Timur Indonesia sangat toleran dengan penganut agama lain.
"Di saat orang muslim menjalankan ibadah, non muslim terlibat pengamanan. Begitu juga sebaliknya," kata dia.
Walau begitu, polisi dan TNI akan tetap antisipasi.
"Ya sudahlah, kami telah komunikasi dengan pihak-pihak terkait," katanya. "Semua komponen bangsa kami libatkan juga."
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Tolikara, Kapolda Papua Ancam Jemput Paksa Presiden GIDI
-
Damai Secara Adat, Penegakan Hukum Kasus Tolikara Tetap Jalan
-
Kapolda Papua: Pengungsi Kerusuhan Tolikara Butuh Biaya Hidup
-
Politisi PKS Ini Masih Penasaran Ada Israel di Balik Tolikara
-
Mensos: Ruko di Tolikara yang Terbakar akan Dibangun Kembali
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target