Suara.com - Sebuah acara resmi di wilayah negara bagian Chhattisgarh di India, baru-baru ini harus berubah dramatis. Gara-garanya adalah ketika ditemukan seekor anak ular dalam salah sebuah botol berisi air mineral di acara itu.
Sebagaimana diberitakan BBC Hindi, ular yang masih muda itu ditemukan oleh seorang dokter dalam botol minumannya. Dokter perempuan itu mengaku disuguhi minuman itu dalam sebuah acara di kantor pusat partai berkuasa yakni BJP.
Dilaporkan pula bahwa Kepala Menteri India, Raman Singh, turut hadir dalam acara tersebut. Demikian juga dengan Menteri Kesehatan Federal, JP Nadda.
Sehubungan dengan itu, pihak perusahaan air mineral yang produknya disuguhkan dalam acara tersebut, segera menyebut kejadian itu sebagai sebuah "konspirasi".
"Ini adalah sebuah konspirasi terhadap saya. Ketika saya diperlihatkan botol minuman (yang ada ularnya) tersebut, segelnya tampak sudah rusak," ungkap pemilik perusahaan itu, sebagaimana dikutip Times of India.
Untuk diketahui, seusai insiden penemuan tersebut, semua botol minuman dalam acara itu pun lantas segera ditarik. Sementara anak ular yang ditemukan itu sendiri dilaporkan masih bertahan hidup.
Belakangan, pihak pemerintah negara bagian setempat pun segera memerintahkan dilakukannya pengecekan terhadap semua air mineral kemasan di wilayah itu. [BBC]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal