Suara.com - Romansyah (78), salah satu penumpang kereta commuter line nomor KA 1156 yang menabrak kereta nomor KA 1154 di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, terlihat bingung. Dia bingung hendak naik apa ke rumah setelah keretanya tidak beroperasi setelah terlibat kecelakaan.
"Bapak bingung, saya mau jalan kemana, ini daerah dimana, saya mau pulang. Rumah saya di Pondok Gede, (Jakarta Timur). Saya juga nggak ngerti ini mau terusin pulang naik apaan," kata Romansyah kepada suara.com di Stasiun Juanda, Rabu (23/9/2015).
Romansyah tadi naik kereta dari Stasiun Jakarta Kota tujuan Stasiun Kalibata. Namun, perjalanan keretanya terhenti sampai di Stasiun Juanda.
"Saya naik dari Kota. Padahal saya mau naik kereta yang ditabrak (KA 1154), tadi tapi nggak tahu kenapa bawanya males dan nggak enak saja, akhirnya saya malah naik kereta yang nabrak," kata dia.
"Harusnya saya dari Stasiun Kalibata, naik angkot menuju Cililitan, dari Cililitan naik sekali lagi yang tujuan Pondok Gede. Saya jadi nggak ngerti ini mau lanjutin naik apa, nggak ada pemberitahuannya," Romansyah menambahkan.
Ia berharap segera mendapatkan jalan keluar untuk sampai ke Pondok Gede.
Saat terjadi terjadi tabrakan kereta tadi, Roansyah berada di gerbong nomor 4. Ia melihat banyak penumpang berjatuhan, kemudian panik.
"Nih tangan saya aja kena tadi, kenceng banget benturannya," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK
-
Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus
-
Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral
-
DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet
-
Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana
-
Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat