Suara.com - Mahkamah Kehormatan Dewan menjadwalkan pemeriksaan Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Senin (28/9/2015). Mereka akan diperiksa terkait kasus dugaan pelanggaran etika saat bertemu pengusaha Donald Trump di Amerika Serikat.
"Persidangannya tanggal 28 September, kita harapkan Pak Novanto dan Pak Fadli bisa hadir, kehadiran menunjukkan itikad agar rakyat bisa mengapresiasi. Surat hari ini kita layangkan," kata Wakil Ketua MKD Junimart Girsang, hari ini.
"Untuk dugaan pelanggaran kode etik Setya Novanto dan Fadli Zon, penyelidikan sudah cukup. Kalau kurang di persidangan akan kita telusuri kembali," Junimart menambahkan.
Hal itu merupakan hasil rapat pimpinan MKD yang diikuti Ketua MKD Surahman Hidayat, Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad dan Junimart Girsang.
Junimart mengatakan MKD sudah menyurati pimpinan DPR agar Setya dan Fadli.
Politisi PDI Perjuangan ini menerangkan persidangan kedua pimpinan DPR akan berlangsung tertutup.
"Pemeriksaannya tertutup, setelah itu kita rapat pleno anggota kuorum, apakah seterusnya tertutup atau terbuka," ujar Junimart.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang