Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui pengelolaan angkutan umum di Jakarta masih buruk dan banyak angkutan umum yang tidak sesuai standar kelayakan pelayanan masyarakat.
Tapi, kata Basuki yang biasa disapa Ahok, nantinya angkutan umum, seperti Metromini dan Kopaja, yang tidak sesuai standar kelayakan akan hilang dengan sendirinya, seiring dengan peningkatan layanan transportasi massal yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kita mau ganti. Dipaksa rupiah per kilometer nanti. Kita akan operasikan di tengah. Tunggu bus aja nanti datang. Kita beli bus kan lokal, jadi kita ngalah waktunya (agak lama)," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/9/2015).
Ahok menjanjikan apabila seluruh angkutan umum di Jakarta sudah berhasil diintegrasikan dengan layanan Transjakarta, pemerintah akan menggratiskan penumpang untuk naik bus tingkat.
"Nanti bus-bus tingkat mulai masuk, nanti bus-bus bobrok pasti mulai tersingkir dari jalan-jalan protokol. Gratis. Kamu mau naik bus tingkat gratis enak AC atau naik bus bobrok? Pasti naik yang gratis kan," kata Ahok.
Berita Terkait
-
Ahok akan Gratiskan Pekerja Gaji di Bawah UMP Naik Transjakarta
-
Transportasi Massal Makin Bagus, Ojek Online Ditinggalkan
-
Usut Kebakaran Pangkalan Busway, Polisi Periksa Empat Karyawan
-
Transjakarta yang Terbakar di Rawa Buaya dalam Keadaan Rusak
-
Pool Transjakarta Terbakar, Ahok: Trans Batavia Emang Bermasalah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan