Suara.com - Sebanyak 125 personel SAR gabungan dari Basarnas, TNI dan Polri kembali melakukan pencairan pesawat Twin Otter Aviastar, Minggu (4/10/2015). Mereka diterbangkan ke lokasi pencarian menggunakan dua pesawat Twin Otter dari Aviastar dan satu helikopter milik TNI AD serta satu helikopter milik Polri.
"Jam 6 pagi WITA sudah mulai operasi. Personel masih gabungan 125 orang gunakan pesawat seperti kemarin," kata Deputi Bidang Operasi Basarnas, Mayjen Herominus Guru melalui pesan tertulis kepada wartawan.
Menurutnya, pencarian kali ini dilakukan di Desa Suli, Balinggi, Parigi Moutuong, Sulawesi Tengah. "Jam 7.30 satu pesawat akan segera menuju lokasi daerah sekitar Suli. Untuk searching," kata Hero.
Sebelumnya diberitakan pesawat, Aviastar terbang dari Massamba Sulteng, menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel pada Jumat (2/10/2015). Pesawat tersebut take off atau lepas landas dari Massamba pukul 14.25 WITA dan seharusnya mendarat pukul 15.39 WITA di Makassar.
Namun, pesawat hilang kontak. Pesawat membawa tujuh penumpang atas nama Nurul Fatimah, Afif (inf), Lisa Falentin, Raya (inf), Riza Arman, M Natsir dan Salkhi Argari. Selain itu, ada tiga kru pesawat yakni Captain Iri Afriadi, Co.Pilot Yudhistira, dan engineer Sukris.
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem
-
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana
-
Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran
-
Dasco Soal Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo: Bukan Lemahkan KSPI, Justru Tambah Keras ke Pemerintah
-
Buntut Konflik dengan Ruben Onsu, Sarwendah Datangi Komnas Perempuan dan Buka Suara
-
PSI Lempar Isu Prabowo-Gibran 2 Periode, PDIP Beri Sindiran Pedas: Emang Pak Prabowo Mau?
-
Ini Biadab! Kutuk Penyekapan Perempuan di Bandung, DPR Bakal Panggil Menteri PPPA ke Senayan
-
30 Kali Wajib Lapor Jadi Kunci Roy Suryo dan dr Tifa Lolos dari Sel Tahanan Jaksa!
-
Nadiem Makarim Akui Tak Yakin dengan Chromebook saat Meeting dengan Google
-
Pemerintah Usulkan RUU Pusat Finansial Internasional Masuk ke Prolegnas DPR