Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku baru mendengar adanya aplikasi i-Doser atau aplikasi di smarphone kabarnya bisa membikin penggunanya berhalusinasi seperti mengonsumsi narkoba.
"Saya belum tahu, kayak gini mesti tanya Pak Menteri (Kementerian Komunikasi dan Informatika Rudiantara)," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10/2015).
i-Doser bisa diakses setelah download aplikasi di Play Store dengan membayar Rp71.542. Menurut informasi, masyarakat bisa memilih jenis narkoba. Halusinasi didapatkan penggunanya setelah mendengarkan gelombang suara dari aplikasi tersebut.
Ketika ditanya apa langkah pemerintah Jakarta untuk mencegah i-Doser masuk Jakarta dan membuat warga Jakarta kecanduan menggunakannya, Ahok mengatakan masih akan menunggu kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
"Kita tunggu dari menteri," kata Ahok.
Di tempat yang sama, Menteri Rudiantara menginstrusikan dilakukan pelacakan terhadap aplikasi i-Doser, terutama laporan soal orang yang menggunakannya bisa seolah-olah mengonsumsi narkoba.
"Sebetulnya kalau i-Doser bukan dalam artian dia physical narkoba ya. Itu teori hipnotis atau apa, teman-teman ini sedang cek," ujar Rudiantara.
Keberadaan aplikasi I-Doser akan diblokir pemerintah kalau terukti membawa pengaruh negatif kepada masyarakat.
"Kalau masyarakat katakan ini itu (seperti narkoba) ya kita blok, itu cepet kok. Hari ini dievaluasi, kalau harus diblok ya diblok. Kalau tidak ya tidak," kata Rudiantara.
Tag
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF