Suara.com - Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan mengeluarkan pelajar yang terlibat aksi anarkis di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno menjelang laga final Piala Presiden 2015, kemarin.
"Kalau sampai membawa senjata tajam dan merusak, kan sudah masuk dalam ranah pidana. Kalau sudah seperti itu, pasti dikeluarkan," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman, Senin (19/10/2015).
Namun, sampai saat ini dinas belum mendapatkan data pasti siswa yang terlibat aksi anarkis dari Polda Metro Jaya.
"Sampai sejauh ini kita masih nunggu datanya dari polisi. Mudah-mudahan tidak ada yang pelajar Jakarta. Karena yang kemarin itu kan banyak juga yang dari luar Jakarta, seperti dari Bekasi dan Karawang," kata dia.
Bagi siswa yang terbukti hanya ikut-ikutan aksi anarkis, Arie mengatakan bentuk sanksinya akan diserahkan kepada pengelola sekolah masing-masing.
"Karena kan banyak juga yang sekedar ikut-ikutan kemarin. Kalau yang seperti itu sanksinya kita serahkan ke kepala sekolah masing-masing," kata Arie.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan akan menahan Kartu Jakarta Pinter milik pelajar yang ikut aksi anarkis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel
-
Tersiksa dengan Kabut Asap Kalimantan, Malaysia Desak ASEAN Tinjau Perjanjian AATHP
-
Frustrasi Berujung Darah: Alasan Memilukan Pria di Bojonegoro Habisi Nyawa Sang Ibu
-
Bukan Sekadar Berkarya, Menulis Bisa Bikin Hati dan Pikiran Lebih Lega
-
Emas Melejit hingga Beras Melilit: Menakar Napas Ekonomi Lampung di Akhir 2026
-
Bikin Heboh! Pertamina Batalkan Aturan Beli BBM Subsidi Pakai STNK
-
BGN Bakal Ubah Skema Insentif Dapur MBG Rp 6 Juta
-
Cara BUMN Garap Potensi Ekonomi Pesisir
-
Mengapa Unhas Beri Gelar Honoris Causa kepada Xanana Gusmao?
-
Keracunan MBG Mendunia, Media Internasional Miris Ratusan Siswa Jadi Korban