Suara.com - Mahkamah Agung mengabulkan permohonan Partai Persatuan Pembangunan kubu Djan Faridz. MA memutuskan kepengurusan partai berlambang kabah yang sah ialah hasil musyawarah nasional yang digelar di Jakarta dengan Ketua Umum Djan Faridz dan Sekretaris Jenderal Dimyati Natakusuma.
Ketua Fraksi PPP kubu Djan Faridz, Epyardi Asda, mengaku sangat bersyukur atas keputusan hukum MA.
"Alhamdulillah berkat doa kami udah hampir dua minggu dengan mengundang anak yatim, mengundang jemaah PPP. Alhamdulillah Allah mendengarkan," ujar Epyardi, Rabu (21/10/2015).
Dia menambahkan dalam waktu dekat akan membentuk tim islah yang diketuai Hamzah Haz dan Said Aqil Siroj untuk merangkul kubu Romahurmuziy.
"Kita tidak ada politik balas dendam. Kita akan tetap mengedepankan PPP terus berjaya karen partai satu-satunya yang konsisten berasaskan Islam hanya PPP. Saya akan berusaha untuk itu, dan saya katakan pada kawan-kawan saya nggak usah khawatir, kita akan akomodir," ujar dia.
Menurutnya tidak perlu dilakukan Muktamar Luar Biasa untuk merespon keputusan MA. Sebab, katanya, putusan tersebut bisa ditafsirkan bahwa Djan Faridz merupakan ketua yang sah.
"Loh buat apa? Kan sudah inchrach, MA sudah mengatakan ketua umum yang sah adalah Pak Djan. Baca keptusan pengadilan, keputusannya mengatakan kepengurusan yang sah adalah Pak Djan Faridz," ujar dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget