Suara.com - Benda mencurigakan yang diduga mirip bom ditemukan di bawah jembatan PD Pasar Jaya Cipulir RT 08 RW 010, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Minggu 1 November 2015, sekira pukul 06.00 WIB.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat membantah jika benda yang ditemukan dan sempat membuat geger para pedagang itu adalah bom.
"Kita tidak katakan itu bom, karena itu bukan bom. Kita lagi cari itu motifnya apa, apakah itu hanya sekadar kresek yang ketemu, atau sekedar sampah yang ketemu, karena kan bentuknya saja, barang itu bukan bom," kata Wahyu di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (2/11/2015).Menurutnya berdasarkan hasil temuan di lapangan benda yang dicurgai itu adalah sampah yang nampak seperti bom karena ada lilitan kabel.
"Sehingga kita lihat dulu, keseriusan dari barang itu untuk apa. Kalau sekadar orang buang atau terlihat seolah-olah seperti bom pada saat orang pertama yang menemukan karena ada kabel disitu, kita tidak bisa katakan itu bom," tambahnya lagi.
Meski sudah menyatakan barang tersebut bukan bom, Wahyu mengatakan pihaknya juga masih menyelidiki motif dari penemuan barang yang sempat dicurigai sebagai bom.
"Makanya kita lihat motifnya, kita pelajari barangnya, objeknya apa, kita sudah temukan barang itu dan barang itu bukan bom," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut