Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan Presiden Joko Widodo semestinya sudah melakukan reshuffle jilid II. Menurut dia, banyak janji Jokowi yang belum bisa direalisasikan oleh menteri-menterinya yang duduk di kabinet kerja saat ini.
"Kalau menurut saya harusnya kemarin (di reshuffle). Atau setidaknya sesegeramungkin," ujarnya ketika diskusi bertajuk 'Reshuffle Datang Parpol Tegang' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2015).
Fadli menyorot dua kementerian yang semestinya segera diganti yakni menteri di sektor ekonomi dan penegakkan hukum.
"Kan ketika kita menempatkan satu postur dalam anggaran harus direalisasikan. Kalau udah satu tahun nggak terealisasi berarti gagal," katanya.
Sejak awal, kata Fadli, dia sudah tak percaya dengan orang-orang yang ditunjuk Jokowi menjadi menteri di pemerintahannya. Untuk itu, dia mendesak reshuffle, khususnya di 2 kementerian yang disebutkan tadi.
"Sejak awal (yang menilai) kabinet ini tidak bisa mencapai yang diinginkan presiden. Karena begitu banyak janji presiden pada masyarakat. Karena ini bukan merupakan kabinet yang diisi oleh orang-orang yang tepat di bidangnya," jelas Fadli.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bareskrim Siap Miskinkan Mafia Haji dan Umrah, Aset Disita Pakai Pasal TPPU
-
Jangan Tergiur Promo Medsos, 20 Laporan Penipuan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj Tiap Hari
-
Eks Kadis LH DKI Jadi Tersangka Longsor Maut Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
-
Pigai Ungkap 15 Warga Tewas di Papua, Minta Pelaku Segera Diungkap
-
Proyek Giant Sea Wall Dimulai dari Pantura, Pemerintah Siapkan Pembangunan Bertahap
-
15 warga Sipil Tewas di Kembru Papua, Menteri HAM Pigai: Pelaku Sudah Diketahui, Jangan Sembunyi!
-
Prabowo Minta Ahli Kampus Ikut Garap Tanggul Laut Raksasa, Pantura Jadi Titik Awal
-
Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak
-
Irvian Bobby Sultan Kemnaker Klaim Keluarganya Terima Intimidasi dari Istri Noel
-
Saksi dari Eks Bos Google Buka Suara di Sidang Nadiem: Investasi GoTo Tak Terkait Kemendikbudristek