Suara.com - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menilai Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) bisa menggali keterangan dugaan pencatutan nama Presiden-Wakil Presiden dalam negosiasi perpanjangan kontrak PT Freeport oleh Ketua DPR Setya Novanto.
"Kita serahkan dulu ke MKD. Biarlah di situ nanti MKD bisa menggali sebanyak mungkin keterangan dari pak Novanto apakah betul suara yang berkaitan dengan Freeport, saham dan bagi proyek apakah itu betul dilakukan pak Novanto," kata Akbar Tandjung di kediamannya di Jakarta, Rabu (18/11/2015).
Akbar mengatakan yang terpenting publik mengikuti perkembangan kasus ini agar suara-suara yang mengemuka belakangan bisa menjadi jelas kebenarannya.
"Publik menghendaki keterbukaan. Publik juga mengehendaki kepemimpinan yang bermoral. Maka publik harus mengikuti perkembangan kasus ini," jelas Akbar.
Akbar mengatakan dalam waktu dekat dirinya akan membicarakan persoalan yang menimpa Setya Novanto, yang merupakan kader Golkar, dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie.
Dirinya juga akan mencari waktu luang untuk bisa berdialog dengan Novanto atas persoalan tersebut.
Sementara itu terkait adanya isu kocok ulang pimpinan dewan menyusul persoalan yang melibatkan Novanto, Akbar menilai hal itu terlalu dini.
Menurutnya, seluruh pihak di legislatif sebaiknya mempersilakan MKD menyelesaikan secara internal. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat