Suara.com - Buruh dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2015) siang, sebelum bergerak ke Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Barat untuk demonstrasi menolak Peraturan Pemerintah Nomor 78 tentang Pengupahan.
Sekretaris Umum Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Fauzi (34), mengatakan Tugu Proklamasi merupakan titik kumpul buruh yang akan datang dari berbagai daerah sebelum unjuk rasa di Istana Negara.
"Kami masih menunggu rekan-rekan dari Sumatera, Bandung, Karawang, Tangerang dan berbagai daerah," kata Fauzi.
Fauzi mengatakan dalam aksi hari ini, buruh akan mengumpulkan tanda tangan untuk dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo agar membatalkan PP tentang Pengupahan.
"Kami hari ini mau mengirim petisi kepada Presiden Jokowi untuk menolak PP Nomor 78 . Kami akan berikan langsung ke Presiden," kata Fauzi.
Kalau petisi penolakan PP tidak ditanggapi, kata Fauzi, buruh akan mogok kerja.
"Jika tidak direvisi kami akan lakukan mogok bekerja bersama-semua serikat buruh tanggal 24 November sampai 27 November di seluruh Indonesia," kata Fauzi.
Mereka menganggap peraturan yang disahkan Presiden Joko Widodo pada Senin (26/10/2015) itu tidak berpihak kepada kalangan pekerja.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng
-
Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi
-
Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?
-
KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi
-
Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!
-
Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat
-
AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang
-
AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal