Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya menyatakan 10 rumah yang terancam longsor susulan di Salawu terpaksa dikosongkan untuk menghindari dampak buruk dari bencana tersebut.
"Rumah warga yang berada disekitar lokasi longsor sudah diimbau pindah, semuanya ada 10 rumah yang dikosongkan," kata Kepala Seksi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tasikmalaya, Suhartono saat meninjau lokasi longsor di Kampung Tagog, Kecamatan Salawu, Rabu malam.
Bencana longsor di Salawu itu telah menggerus bangunan rumah makan dan apotek serta dua unit kendaraan roda empat dan satu sepeda motor.
Longsor tersebut, kata Suhartono, dilaporkan ada seorang warga hilang yang diduga karena tertimbun tanah longsor.
"Kami dapat laporan orang hilang satu orang, bukan tiga," katanya.
Petugas gabungan unsur BPBD, Tim Sar, Sukarelawan, Polri, TNI dibantu masyarakat melakukan upaya pencarian korban.
Namun menjelang malam pencarian dihentikan sementara karena terkendala cuaca yang masih turun hujan serta minimnya penerangan.
"Evakuasi (pencarian korban) dihentikan sementara, akan dilanjutkan besok," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Diguyur Hujan Lebat, Jalur Lingkar Utara Jatigede Longsor
-
Jalur Wisata Pusuk Sembalun Tertutup Longsor, Gubernur NTB Instruksikan Percepatan Pembersihan
-
Pakar Ungkap Penyebab Longsor Cisarua, Faktor Alam Jadi Pemicu Utama
-
SAR Percepat Evakuasi Longsor Cisarua dengan Tambahan Alat Berat
-
Hari Keempat Pencarian korban longsor Cisarua
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional