Suara.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, mengatakan erupsi Gunung Bromo belum mengganggu aktivitas warga di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
"Warga di lereng Gunung Bromo sudah terbiasa dengan aktivitas gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut dan sejauh ini mereka belum terganggu dengan erupsi Gunung Bromo," kata Dwijoko seperti dikutip Antara di Probolinggo, Sabtu.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Bromo yang berada di perbatasan Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang dari waspada (Level II) menjadi siaga (Level III) sejak 4 Desember 2015 pukul 14.00 WIB.
"Kami sudah sosialisasikan kepada warga di lereng Gunung Bromo terkait dengan peningkatan status Bromo menjadi siaga, namun sejauh ini masih belum ada dampak signifikan terhadap warga di Kabupaten Probolinggo," tuturnya.
Menurut dia, hujan abu vulkanis dipengaruhi oleh arah angin dari aktivitas Gunung Bromo dan selama beberapa hari terakhir arah angin cenderung ke barat-barat daya atau Kabupaten Pasuruan-Malang.
"Hujan abu tipis memang sempat mengguyur sejumlah desa di Kecamatan Sukapura-Probolinggo, namun sejauh ini masih belum mengganggu aktivitas warga, sehingga masker belum dibagikan kepada warga setempat," katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, pihak BPBD Probolinggo sudah melakukan pemetaan terhadap daerah yang terdampak erupsi Bromo dan rencana kontijensi juga sudah dilakukan untuk mengantisipasi bencana alam tersebut.
"Masyarakat di lereng Gunung Bromo lebih paham tentang aktivitas gunung yang kini berstatus siaga itu dan apa yang harus dilakukan saat peningkatan aktivitas Bromo, namun kami tetap imbau warga untuk siaga dan tidak panik terkait dengan aktivitas Bromo yang cenderung meningkat," paparnya.
Dwijoko mengaku sudah berkoordinasi dengan masyarakat Tengger serta tokoh adat Hindu Tengger terkait kesiapsiagaan, apabila terjadi bencana erupsi Gunung Bromo yang dapat mengganggu aktivitas warga setempat.
Sementara Kepala PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, Ahmad Subhan, mengatakan sejauh ini masih belum perlu dilakukan evakuasi dan pengungsian warga di lereng Gunung Bromo.
"Sesuai dengan rekomendasi PVMBG, radius aman dengan status siaga Bromo yakni radius 2,5 kilometer dari bibir kawah harus steril dari aktivitas warga dan wisatawan," tuturnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Lintas Generasi dan Genre! Panggung Megah BRI Jazz Gunung Bromo Bertabur Bintang
-
Karhutla Landa Kawasan Bromo, Empat Hektare Hutan Terbakar
-
Bukan Cuma Nonton Konser Musik, Ini 3 Destinasi Wajib Mampir Saat Kamu ke Jazz Gunung Bromo 2026
-
Tak Lagi Asal Jalan: Standar Keamanan Jip Bromo Akan Segera Diperketat
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan