Suara.com - DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta yang dipimpin Agung Laksono menginginkan rekonsiliasi dengan kubu Aburizal Bakrie terus berlanjut, dan tidak terhenti pada proses pilkada serentak 2015.
Untuk mewujudkan hal itu, Golkar kubu Agung Laksono menggelar Rapimnas III Golkar, di Jakarta, Minggu, dan memutuskan menunjuk tujuh orang pengurus untuk menjalin komunikasi dengan kubu Aburizal.
"Kami mempercayakan Priyo Budi Santoso, Agus Gumiwang, Ibnu Munzir, Gusti Iskandar, Zainuddi Amali, Taufik Hidayat dan Ali Wongso, untuk bergabung dalam tim bersama," ujar Agung Laksono dalam acara Rapimnas III Golkar Jakarta, Minggu.
Menurut Agung, tujuh orang pengurus yang ditunjuk akan melakukan komunikasi dengan kubu Aburizal untuk mencapai proses rekonsiliasi menyeluruh yang berujung pada penyelenggaraan Musyawarah Nasional Golkar.
"Betapapun sulitnya persoalan, saya yakin ditemukan solusinya. Ini menindaklanjuti proses persatuan yang digagas pak Jusuf Kalla selaku senior," terang dia.
Agung mengakui perdamaian Golkar kedua kubu tidak akan tercapai jika masing-masing kubu hanya memikirkan kemenangan kelompoknya. Menurutnya, seluruh pihak harus bisa memberi dan menerima. (Antara)
Berita Terkait
-
Golkar Hormati Sikap Politik PDIP sebagai Penyeimbang: Biar Rakyat yang Menilai
-
Jawab Isu Penggulingan Prabowo, Golkar: Raison dEtre Gejolak Politik Masih Bisa Dicegah!
-
Banyak Masyarakat Masih Mampu Berkurban, Golkar Sebut Ekonomi Indonesia Masih Oke
-
Bahlil Sumbang Hewan Kurban ke Seluruh DPD Golkar, Totalnya Lebih dari 40 Ekor
-
Bukan Cuma Lucu, Ada Makna Mendalam di Balik Viral Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' Menurut Golkar
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?