Suara.com - Selama bertahun-tahun, hanya ada satu penumpang yang menunggu di stasiun kereta api Shirataki, Utara Hokkaido, Jepang. Penumpang itu adalah seorang mahasiswi. Saban hari, dia menunggu kereta, dan menjadi satu-satunya penumpang di sana.
Dan tiap hari, untuk si mahasiswi, kereta selalu beroperasi dua kali, yakni untuk menjemput dan mengantas pulang.
Sejatinya, Departemen Kereta Api Jepang hendak menutup stasiun tersebut. Alasannya jelas, karena memang stasiun itu tak ada penumpang, kecuali si mahasiswi.
Namun, penutupan tersebut ditunda, karena tak mau menghambat akses pendidikan si mahasiswi.
Penutupan baru akan dilakukan setelah mahasiswi tersebut lulus, yakni diharapkan pada Maret mendatang.
Kebijakan positif itu pun langsung direspon oleh netizen Jepang. "Itulah alasan mengapa saya rela mati untuk negara ini (Jepang). Karena Pemerintah sangat memperhatikan hal-hal seperti ini."
"Ini adalah tata kelola yang sangat baik. Setiap warga negara dianggap penting. Tidak ada satu pun warga yang ditinggalkan."
BERITA MENARIK LAINNYA:
10 Hacker Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya dari Indonesia
Mengapa Sisir Ini Bisa Ada Dalam Perut Perempuan Ini?
Unik, Anak Kembar 5 di RS Harapan Kita Diberi Nama A, I, U, E, O
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan