Suara.com - Presiden Joko Widodo mengangkat Johan Budi Sapto Prabowo menjadi staf khusus Presiden bidang komunikasi.
"Johan Budi mulai hari ini (12/1) saya minta membantu saya sebagai staf khusus Presiden," kata Presiden saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta.
Presiden menyebut mantan pimpinan KPK itu memiliki pengalaman untuk melakukan komunikasi program pemerintah ke masyarakat.
"Saya tahu Pak Johan Budi sangat berpengalaman, nanti membantu saya mengkomunikasikan program-program Presiden dan pemerintah kepada rakyat," kata Jokowi.
Presiden juga menyatakan gembira karena dirinya dikelilingi oleh orang-orang yang baik.
Jokowi mengatakan Johan Budi juga akan melakukan koordinasi dengan pihak kementerian terkait program-program pemerintah.
Sementara itu, Johan Budi mengatakan dirinya diberi tugas mengkomunikasikan kegiatan Presiden dan semua program-program pemerintah.
Ia menyatakan menerima tugas ini setelah diminta Kepala Staf Presiden Teten Masduki.
"Saya memutuskan menerima agar bisa berkontribusi nyata," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!