Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, Selasa (1/9) telah beroperasi [Antara]
Suara.com - Presiden Joko Widodo mengakui bahwa infrastruktur pangan di Indonesia masih memerlukan banyak pembenahan. Jika tidak dilakukan, Indonesia akan sulit bersaing dengan negara lain dalam hal pangan.
Pernyataan ini dikemukakan Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan di Gedung JIEXpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/1/2016).
"Keterbukaan itu sudah di depan mata. Kita tidak pro pada liberalisasi, tapi nyatanya ini sudah ada di depan mata kita. Sehingga perbaikan harus dikejar siang dan malam. Baik SDM, kesiapan infrastruktur dan kesiapan lainnya," kata Jokowi.
Jokowi juga menegaskan produk pangan Indonesia akan sulit dalam perdagangan dunia kalau infrastruktur pangan di Indonesia tidak dibenahi.
"Bendungan, irigasi, itu merupakan kunci produk-produk pangan kita kedepan," ujar Jokowi.
Jokowi mengakui banyak proyek infrastruktur pangan, termasuk irigasi mangkrak dalam waktu cukup lama. Ia mencontohkan pembangunan waduk Jatigede yang terletak diantara pegunungan di Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang mangkrak selama puluhan tahun. "Untunglah waduk ini bisa kita selesaikan. Ini akan terus kita kembangkan di tempat lain," jelas Jokowi.
Sebagaimana diketahui, rencana pembangunan waduk Jatigede dimulai sejak 1967 pada jaman orde baru atau 46 tahun lalu, kemudian ditindaklanjuti tahun 1982 berupa pendataan terhadap tanah warga dan dilakukan proses ganti rugi dengan cara direlokasi pada periode 1984 sampai tahun 1986.
Namun proses ganti rugi ini sempat berhenti dan pembangunan Waduk Jatigede-pun mengalami penundaan selama 45 tahun. Lebih parahnya, proses ganti rugi ini dilakukan pemerintah secara bertahap dari tahun 1984 sampai tahun 1986, dilanjutkan tahun 1996. Kemudian tahun 2004 hingga tahun 2006, tahun 2008 hingga tahun 2009, dan tahun 2010 sampai tahun 2013 baru akan diselesaikan.
Namun proses ganti rugi ini sempat berhenti dan pembangunan Waduk Jatigede-pun mengalami penundaan selama 45 tahun. Lebih parahnya, proses ganti rugi ini dilakukan pemerintah secara bertahap dari tahun 1984 sampai tahun 1986, dilanjutkan tahun 1996. Kemudian tahun 2004 hingga tahun 2006, tahun 2008 hingga tahun 2009, dan tahun 2010 sampai tahun 2013 baru akan diselesaikan.
Pembangunan proyek waduk Jatigede memiliki nilai investasi Rp 4 triliun melalui dana APBN dan pinjaman Bank Exim China sebesar 90%. Akhirnya pada Senin (31/8/2015), Waduk Jatigede resmi diisi air untuk pertama kalinya dan mulai beroperasi melakukan pengairan.
Komentar
Berita Terkait
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
Implementasi Inpres 2/2025, Pembangunan Irigasi Tahap I Capai 99,93 Persen
-
Terdampak Kemarau, Waduk Perning Nganjuk Mengering
-
Bongkar Penampakan Ijazah Gibran dengan Alumni MDIS Singapura, Apakah Sama?
-
Riwayat Pendidikan Gibran di Orchid Park Secondary School Disorot, Ini Fakta dan Profil Sekolahnya
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global