Suara.com - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan sebelum terjadi peledakan bom di sekitar kawasan pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, sudah ada sinyal kelompok teroris akan membuat aksi di Indonesia.
"Sudah ada ancaman dari kelompok teroris, Indonesia akan jadi sorotan internasional," kata Anton.
Anton menyebut mereka memamakai bahasas "konser." "Konser" merupakan kata baru, dulunya mereka menamai aksi sebagai "calon pengantin baru."
"Akan ada konser di Indonesia," kata Anton.
Hanya saja, Anton belum dapat menyebut apakah ancaman "konser" tersebut terkait langsung dengan peristiwa beradar di sekitar Sarinah atau tidak.
"Polisi masih mendalami," katanya.
Anton menyebut jumlah korban peristiwa di Sarinah sejumlah enam orang yang terdiri dari tiga anggota polisi dan tiga warga sipil.
Polisi belum tahu persis, identitas para korban, terutama yang sipil.
Pascahoror di Sarinah, beredar informasi banyak tempat di Jakarta terjadi ledakan. Seperti di Palmerah, Kuningan, dan Slipi. Namun, polisi belum dapat memastikan kabar tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi