Suara.com - Ada yang berbeda dalam kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan saat mencanangkan antikekerasan atau sekolah aman di SMAN 8 Tangerang Selatan, Banten, Senin.
"Izinkan saya "selfie". Ada yang bawa tongsis (tongkat narsis)?" tanyanya di hadapan puluhan siswa SD, SMP, dan SMA yang hadir dalam acara tersebut.
Namun ternyata tak seorang pun siswa yang membawa tongsis. Alhasil, Mendikbud tetap ber"selfie" ria dengan puluhan siswa tanpa bantuan tongsis. Bahkan Mendikbud sendiri yang memegang ponsel saat ber"selfie" ria.
Berbeda dengan menteri-menteri lainnya, berfoto bersama dengan suasana lebih akrab seakan menjadi ritual wajib dalam setiap acara kunjungan Mendikbud ke-26 itu.
Jika Mendikbud periode sebelumnya pasif dan hanya menanti aba-aba untuk foto bersama, menteri bernama lengkap Anies Rasyid Baswedan itu justru sebaliknya dan tak segan-segan mengajak para hadirin untuk berfoto bersama.
Dalam pencanangan gerakan antikekerasan itu, terdapat tiga komponen pendekatan penanganan kekerasan pada anak di sekolah yakni penanggulangan, pemberian sanksi, dan pencegahan.
Pada tahap penanggulangan, mengharuskan sekolah, guru, dan pemerintah secara sigap dan tertata melakukan segala langkah penanggulangan terhadap tindak kekerasan yang telah dan sedang terjadi.
Kemudian pada tahap pemberian sanksi yakni regulasi yang dibuat dengan tegas mencantumkan sanksi untuk pelaku tindak kekerasan atau pelaku pembiaran tindak kekerasan.
Pada tahap pencegahan, mengharuskan sekolah, guru dan pemerintah daerah untuk menyusun langkah pencegahan tindak kekerasan, termasuk penyusunan prosedur antikekerasan dan pembuatan kanal pelaporan. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan