Suara.com - Warga Kalijodo, Jakarta Utara memasangkan spanduk meminta Pemprov DKI Jakarta mengganti rugi bangunan dan tanah di sana yang ingin digusur.
"Warga tetap minta ganti rugi," kata salah satu warga bernama Chandra (24), di lokasi, Kamis (18/2/2016).
Adapun spanduk yang dipasang di beberapa titik di area lokasi Kalijodo itu bertuliskan "Kami Warga Kalijodo Minta Ganti Rugi Yang Adil Bangunan dan Tanah".
Selain itu, warga juga memasangkan spanduk berwarna merah putih yang bertuliskan "Penuhi Hak-hak kami sebagai warga negara, Jangan Hanya Gusur Ganti Rugi Dong" dan spanduk yang ketiga bertuliskan "Kami Minta Ganti Rugi Yang Adil dan Bijaksana". Pada dua spanduk berwarna merah putih itu juga tertulis warga Kalijodo.
Sebagian warga Kalijodo memang ada yang menyayangkan soal penertiban yang dilakukan Pemprov DKI. Anton (43), salah satu warga mengaku mengeluh akan kehilangan pekerjaan jika Pemprov DKI menertibkan bangunan yang berada di bantaran Kanal Banjir Barat tersebut. Dia meminta Pemprov DKI tidak cuma merelokasi warga ke rumah susun.
"Saya tidak setuju kalau cuma rusun, kami ini sudah lama mendirikan bangunan. Pakai biaya tidak sedikit, kok cuma diganti rusun. Ini tidak adil," katanya saat ditemui wartawan.
Jika Pemprov DKI menggusur Kalijodo, dia mengaku akan sulit membiayai sekolah anaknya dan biaya kehidupan sehari-hari. Dia meminta Pemprov DKI juga bisa menyiapkan pekerjaan lain, setelah menggusur kawasan tersebut.
"Jangan cuma rusun. Ada nggak pekerjaan lain disiapkan? Sekolah anak-anak bagaimana? Jangan dirampas dong mata pencarian kami selama ini," kata Anton.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya