Suara.com - Densus 88 mengamankan beberapa terduga teroris di dalam mobil Xenia warna silver di Jalan Raya Ngijo Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (19/2) malam.
Penangkapan dan penghadangan mobil yang diduga berisi teroris itu terjadi seperti sebuah drama film action, bahkan terdengar ada beberapa kali tembakan peringatan. Mereka diduga jaringan teroris Santoso asal Poso, Sulawesi Tengah.
Menurut informasi sebuah mobil Xenia warna silver pelat luar Malang dihentikan oleh satu unit motor. Namun, Xenia tidak kunjung berhenti, bahkan sempat menabrak. Kemudian, muncul Avanza hitam pelat B menabrak dari sisi kanan sehingga mobil oleng dan bamper melintang di jalan serta membuat macet ruas Jalan Ngijo.
Tidak lama berselang muncul pasukan berpakaian preman bersenjata meminta pengemudi dan penumpang mobil Xenia untuk tidak melawan dan tiarap. Kemudian, datang ELF jetbus putih pelat B datang dan menurunkan pasukan preman berlaras panjang. Mereka memaksa penumpang Xenia menyerah, bahkan sempat terdengar tiga kali tembakan.
Berdasarkan informasi ada empat terduga teroris yang diamankan oleh anggota Densus 88 dan dibawa ke Mako Brimob.
"Saya memang sempat mendengar ada ramai-ramai seperti ada kejadian gawat gitu dan ketika saya keluar rumah memang ada mobil seperti kejar-kejaran," kata Ferdian, warga Ngijo yang sempat menyaksikan peristiwa penangkapan tersebut.
Selain mendengar tiga kali tembakan peringatan, dirinya juga sempat melihat ada beberapa orang dibawa masuk ke mobil lainnya oleh polisi. Namun, dia mengaku kurang jelas berapa jumlahnya dan akan dibawa ke mana.
Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Yudo Nugroho Sugianto, S.I.K., M.Hum. membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di wilayah hukumnya.
"Akan tetapi, peristiwa penangkapan seperti apa dan siapa yang ditangkap itu siapa, kami masih menunggu rilis dari Mabes Polri," katanya.
Informasinya terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Jalan Raya Ngijo Karangploso itu salah satunya berinisial ARW (40) dan pernah menjadi PNS di lingkungan Pemkab Malang. ARW tinggal di Perumahan Griya Permata Alam Blok JM-7 RT 7/ RW 11 Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso.
Ketua RT 7 RW 11 Desa Ngijo Wiji mengakui jika Densus 88 memang mendatangi rumah terduga teroris tersebut. Namun, tidak sampai masuk ke rumah tersebut.
"Iya, tadi ke sana, tapi tidak sampai masuk ke dalam rumah," kata Wiji, Sabtu dini hari.
Ia mengatakan bahwa ARW tersebut pernah menjadi PNS di lingkungan Pemkab Malang dan tinggal di perumahan itu sekitar 7 tahun. Namun, pekerjaan yang ditekuninya saat ini adalah sebagai penjual gado-gado keliling.
"Saya terakhir melihat ARW pada siang hari saat sedang membeli tabung LPG di toko yang tidak jauh dari rumahnya. ARW tinggal bersama istri dan anak laki-lakinya yang masih berusia 5 tahun," ucapnya.
Sementara itu, Danramil Karangploso Kapten Abd Kodir mengatakan bahwa keluarga ARW masih berada di dalam rumah.
"Masih berada di dalam rumah, bersama anaknya," katanya.
Saat ini kawasan perumahan tempat tinggal ARW masih dijaga ketat oleh polisi dan kawasan Perumahan Green Hills Residence Blok Kamboja yang diduga sebagai tempat penyimpanan bom. Tempat ini jadi sasaran penggeledahan oleh kepolisian dari Polda Jatim.
"Rumah yang ada di perumahan ini masih belum ada RT dan hanya ada 20 kepala keluarga. Selain itu, kawasan perumahan ini juga dikenal sebagai tempat transit yang terbuka sehingga tidak bisa dilacak dari catatan RT maupun RW," kata Kepala Desa Ngijo Mahdi Maulana yang berada di lokasi. (Antara)
Berita Terkait
-
70 Anak Indonesia Terpapar Komunitas Kekerasan TCC, Komisi X DPR: Tentu Ini Jadi Persoalan Serius
-
Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
-
Terpapar Radikalisme via Medsos, Dua Anak di Langkat Terlibat Kasus Terorisme
-
Muncul Wacana TNI Mau Ikut Berantas Teroris, Kapolri Sigit: Ada Batasan yang Harus Dijaga
-
Tiga Tahun Nihil Serangan Teror, Kapolri Waspadai Perekrutan 110 Anak Lewat Ruang Digital
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!