Ilustrasi mayat/ kamar mayat/ jenazah. (Shutterstock)
Diono (40), warga Jalan Kalisari RT 01/01 nomor 21 A, Pasar Rebo, Jakarta Timur tewas tersengat listrik, Rabu (24/1/2016), malam.
Korban tewas di lokasi diduga karena tersengat aliran listrik bervoltase 1.300 watt saat memperbaiki instalasi listrik di rumahnya.
Kejadian ini diketahui pertama kali, saat keponakan korban, Pita (23), yang datang ke rumah itu dan menemukan korban sudah tergeletak di lantai.
"Pada pukul 21.00, saat keponakan korban, Pita (23), mendatangi rumah korban, melihat korban sudah tergeletak di lantai dan tertimpa alat bor berikut mesinnya pada perut korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal dihubungi, Jakarta, Kamis (25/1/2016).
Iqbal menambahkan, Pita kemudian berteriak minta tolong atas temuanya itu. Teriakan itu mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian memutuskan untuk mengevakuasi korban.
Polisi yang datang mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi. Sejumlah saksi pun dimintai keterangannya atas peristiwa tersebut. Untuk sementara, kasus ini ditangani Polsek Pasar Rebo.
"Dari lokasi juga sudah kita amankan gulungan kabel, obeng, gunting plat dan cutter," kata Iqbal.
Komentar
Berita Terkait
-
Bocah 6 Tahun Diduga Dibully hingga Kesetrum Tiang Listrik di Taman Kramat Pulo
-
Ternyata Banyak Pengguna New Veloz Hybrid yang Masih Takut Kesetrum
-
Tragis! Mulut Asem Mau Nyebat, Pegawai Warkop di Kebon Jeruk Tewas Tersetrum Listrik
-
Tragis! Bocah 5 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Taman, KPAI Pertanyakan Siapa Tanggung Jawab?
-
Bocah Tewas Kesetrum di Taman Radio Dalam, KPAI Minta Pemda Evaluasi Keamanan Ruang Publik
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi