Anggota DPR Komisi IV Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Fanny Safriansyah atau Ivan Haz usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/2). [suara.com/Oke Atmaja]
Ketua DPR Ade Komaruddin menegaskan kalau terbukti bersalah posisi Fanny Safriansyah alias Ivan Haz sebagai anggota DPR akan diganti. Ivan merupakan tersangka kasus penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga dan sekarang dia sudah ditahan di Polda Metro Jaya.
"Kalau sudah bersalah pasti diganti," kata Ade di DPR, Selasa (1/3/2016).
Ade mengatakan anggota DPR tidak tidak boleh memberikan contoh buruh kepada konstituen.
Ade mengingatkan, meskipun Ivan Haz seorang anggota DPR dan putra mantan wakil presiden, tidak akan mendapatkan keistimewaan di hadapan hukum. Proses hukum terhadap Ivan, katanya, harus sama dengan anggota masyarakat yang lain.
"Mereka juga kalau secara hukum bersalah ya harus dinyatakan bersalah tanpa terkecuali dan harus diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku serta tidak boleh dianakemaskan. Semuanya harus diperlakukan sama," ujar Ade.
"Kalau sudah bersalah pasti diganti," kata Ade di DPR, Selasa (1/3/2016).
Ade mengatakan anggota DPR tidak tidak boleh memberikan contoh buruh kepada konstituen.
Ade mengingatkan, meskipun Ivan Haz seorang anggota DPR dan putra mantan wakil presiden, tidak akan mendapatkan keistimewaan di hadapan hukum. Proses hukum terhadap Ivan, katanya, harus sama dengan anggota masyarakat yang lain.
"Mereka juga kalau secara hukum bersalah ya harus dinyatakan bersalah tanpa terkecuali dan harus diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku serta tidak boleh dianakemaskan. Semuanya harus diperlakukan sama," ujar Ade.
Ivan Haz ditahan di Polda Metro Jaya sejak Senin (29/2/2016) malam setelah menjalani pemeriksaan sekitar sembilan jam.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat