News / Metropolitan
Kamis, 03 Maret 2016 | 17:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, saat agenda pembacaan LKPj di Gedung DPRD DKI, Senin (6/4/2015) lalu. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menduga kalau Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di sekolah-sekolah SMK/SMA di Jakarta pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2014.

Hal ini dikatakan Prasetio setelah ruang kerjanya yang berada di lantai 10 gedung DPRD DKI Jakarta digeledah oleh penyidik Bareskrim Polri.

"Ya mungkin saja (terlibat). Ketua DPRD lama kan pak Ferrial Sofyan, saya nggak tahu apa ada kaitannya ke situ," kata Prasetio di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (3/3/2016).

Dalam penggeledahan di ruang kerjanya tadi, penyidik membawa komputer bermerek Apple iMac, sejumlah dokumen dan CD. "Di situ memang ada komputer, komputer lama itu dipergunakan Pak Ferrial Sofyan (saat masih menjadi ketua DPRD DKI)," katanya.

Kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp81,4 miliar ini telah menjerat lima orang. Dari kalangan eksekutif ada Alex Usman yang telah menjadi terdakwa, serta Zaenal Soleman.

Alex diduga melakukan korupsi saat menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan UPS di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, sedangkan Zaenal saat itu menjadi PPK pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.

Kemudian dari kalangan legislatif, ada nama yakni Fahmi Zulfikar dan M Firmansyah. Fahmi merupakan anggota DPRD dari Fraksi Partai Hanura, sementara Firmansyah adalah mantan anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat. Kedua tersangka pernah menjabat anggota DPRD DKI periode 2009-2014.

Belum lama ini Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri telah menetapkan Direktur Utama PT. Offistarindo Adhiprima bernama Harry Lo sebagi tersangka.

Perusahaan yang dipimpin Harry Lo merupakan vendor pengadaan UPS di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat pada APBD DKI tahun anggaran 2014.

Load More