Suara.com - Tiga warga Kampung Cisande, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang masih satu keluarga tewas setelah masuk ke sumur beracun saat melakukan kerja bakti, Minggu (20/3/2016).
Camat Cicantayan, Kurniawan di Sukabumi, mengatakan ketiga warga Kampung Cisande, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan adalah Deden, Dedi dan Risman yang merupakan satu keluarga, bahkan Dedi dan Risman adalah mertua dan menantunya.
Ketiganya meninggal dunia di dalam sumur yang ada di sekitar Masjid Al-Yunus saat hendak membersihkan sumur yang diduga sudah mengeluarkan asap beracun itu.
"Ketiga korban sudah dievakuasi atau diangkat dari dalam sumur dalam keadaan meninggal dunia. Diduga ketiganya meninggal karena kehabisan oksigen dan menghirup asap beracun yang dikeluarkan dari sumur tersebut," kata Kurniawan.
Menurutnya, kejadian ini berawal saat ketiganya bersama warga sekitar mengadakan kerja bakti sekitar pukul 14.00 WIB, namun karena kondisi sumur yang sudah mengeluarkan bau tersebut, salah seorang dari mereka yakni Deden masuk ke dalam sumur untuk membersihkan.
Namun, tidak lama masuk ke dalam sumur yang sudah tidak digunakan warga itu, tiba-tiba tubuh korban menjadi lemas dan meninggal, melihat kejadian tersebut Dedi dan Risman ikut membantu, tapi nasibnya sama dengan Deden.
Menerima laporan ada tiga warga yang meninggal dunia di dalam sumur beracun tersebut, Camat langsung menghubungi Tim SAR Daerah, Basarna dan pihak kepolisian yang dibantu oleh petugas dari PMI Kabupaten Sukabumi.
Seluruh jasad korban baru bisa dikeluarkan dari sumur sekitar pukul 16.30 WIB, karena banyaknya warga yang ingin melihat kejadian itu sehingga mengganggu proses evakuasi ketiga jasad korban ini.
"Diduga ketiganya meninggal karena menghirup asap beracun yang dikeluarkan dari dalam sumur, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan olah TKP dan menyelidiki musibah tersebut. Selain itu, warga juga dilarang mendekat ke lokasi kejadian, karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan," tambah Kurniawan.
Sementara, Humas PMI Kabupaten Sukabumi Atep Maulana mengatakan dalam proses evakuasi tersebut pihaknya juga menurunkan relawan dan mengeluarkan dua kantong mayat dan satu kantong lagi dari Basarnas.
Jasad ketiga korban sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk divisum dan tidak lama jasad korban dikembalikan lagi ke pihak keluarga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur
-
Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi
-
Kejagung 'Banjir' Alat Bukti Korupsi MBG, Upaya Sony Sonjaya Jadi JC Berakhir Sia-sia?
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Jaksa Kukuh Sebut Pembelian Chromebook Nadiem Kemahalan
-
Tak Layak Jadi Justice Collaborator! Kejagung: Sony Sonjaya Pelaku Utama Jual Beli Titik SPPG
-
Sufmi Dasco Sebut Narasi Indonesia Runtuh Sengaja Digoreng: Padahal Ekonomi Kita Kuat
-
Kasus Suap Bea Cukai Rp71 Miliar Masuk Pengadilan, Tiga Pejabat DJBC Segera Disidang
-
Prabowo Sebut NU Ada di Mana-mana: Kabinet Merah Putih Banyak NU, Tak Pernah Kalah
-
Deddy Sitorus Tantang Gibran Klarifikasi Dugaan Suap ke Pengurus BEM UBK