Suara.com - Untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, saat ini jam 17.00 WIB, diberlakukan sistem one way. Jadi, hanya kendaraan yang menuju Jakarta saja yang boleh lewat. Sementara sebaliknya tidak boleh lewat.
Kebijakan seperti ini sebenarnya sudah diberlakukan Polres Bogor tiap akhir pekan, tetapi keadaan sekarang berbeda karena bertepatan dengan libur panjang akhir minggu dan Paskah.
Sistem buka tutup jalur diberlakukan polisi lalu lintas secara situasional atau sementara waktu saja.
Traffic Management Center Polres Bogor meminta maaf kepada para pengendara yang datang dari arah Ciawi atau Jakarta menuju Puncak dan Cianjur. Mereka terpaksa harus bermacet-macet ria dulu selama sistem one way diberlakukan.
"Untuk sementara dari Ciawi atau Jakarta ditutup," demikian informasi TMC Polres Bogor.
Polres Bogor akan mengubah sistem lagi setelah situasi lalu lintas terkendali.
Sementara itu, cuaca di sekitar jalur Puncak, saat ini hujan. Pengendara diimbau hati-hati karena jalanan licin.
Berita Terkait
-
Sabar Hadapi Macet, Ada Kijang-Fortuner Kecelakaan di Tol KM 58
-
Usai Mobil Travel Terguling, Avanza Kecelakaan di Tol Cikampek
-
Libur Panjang, Mobil Travel Terguling di KM 92 Tol Cipularang
-
Busyet, Macet 30 Kilometer di Jalan Tol Arah Cikampek Siang Ini
-
Libur Panjang, Exit Tol Ciawi Arah Puncak Macet Empat Kilometer
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit
-
Empat Orang Tewas, Polisi Selidiki Kecelakaan Beruntun di Puncak-Cipanas
-
Tembus Rp103,81 Triliun, Ekonom Puji Konsistensi BRI Salurkan KUR Tepat Sasaran
-
Di Antara Pelarian, Prasangka, dan Cinta dalam Novel Honor Bound
-
Mas Botok Pati di DPR: Kami Tak Suka Anarkis, Datang ke Jakarta Tuntut RUU Perampasan Aset Disahkan!
-
Polisi Telusuri Aliran Dana Bisnis Benih Lobster Ilegal di Garut, 3 Orang Jadi Tersangka
-
Poin Penting Instruksi Tegas Prabowo Tangani Karhutla Kalbar, 1.500 Personel TNI Dikerahkan
-
Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia