Suara.com - Ratusan lelaki berpeci putih dan hitam berdemo di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (4/4/2016). Mereka datang dengan atribut berbagai macam ormas.
Mereka mendesak KPK menetapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka kasus korupsi suap izin reklamasi Teluk Jakarta.
Demo tersebut dikawal oleh aparat keamanan yang masih bersiaga. Sejumalah mobil water canon dan kendaaraan lapis baja seperti Baracuda disiapkan.
Sementara akibat dari ribuan demo yang menduduki jalan di depan Gedung KPK tersebut, arus lalu lintas hampir lumpuh total. Kendaraan yang lewat menuju arah Jalan Gatot Subroto dan ke Mampang, Jakarta Selatan hanya bisa menggunakan satu lajur.
Hingga saat ini demo masih berlangsung. Mereka terus berteriak untuk meminta KPK agar tidak pilih kasih dalam menyelesaikan kasus yang ditanganinya. Sebab kalau demikian, mereka menilai KPK hanya menjerat orang kecil dan takut terhadap orang besar.
"Kami minta JKPK untuk segera menetapkan Ahok sebagai tersangka, jangan hanya masyrakat kecil saja yang jadi korban," kata Salah satu orator yang memulai orasi dari atas atap mobil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum