Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) merupakan sistem ujian nasional yang sudah paling baik. Sebab ini untuk menghindari berbagai kecurangan.
Hal ini diungkapkan Ahok usai meninjau salah satu SMA di Jakarta yakni SMA 30 yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer.
"Ini yang paling benar berbasis komputer. Jadi kita bisa pakai 3 shift, pagi siang pun enggak masalah. Kiri, kanan, depan belakang soalnya beda. Ini sudah paling benar,"ujar Ahok di SMA 30 Jakarta, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2016).
Lebih lanjut Ahok berharap, tahun 2017 semua sekolah SMA dan SMP di Jakarta bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer.
"Target tahun depan semua seperti itu (UNBK), SMP sudah bisa, "ungkapnya.
SMA 30 Jakarta merupakan salah satu SMA yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Sementara jumlah peserta ujian 279 peserta yakni 143 jurusan IPA dan 136 jurusan IPS.
Ujian hari pertama yakni pelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan dengan tiga sesi pagi dan siang. 104 unit komputer dan 15 laptop cadangan yang disediakan di SMA 30 Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC