Suara.com - Kejaksaan Jenewa, Swiss, pada Kamis (7/4/2016) memulai penyelidikan kriminal terkait munculnya Panama Papers, dokumen rahasia firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca. Dokumen tersebut mengungkap penggunaan perusahaan offshore, termasuk institusi keuangan di Jenewa.
"Kami telah memutuskan untuk membuka prosedur dalam kerangka kerja skandal Panama Papers, namun saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh," kata Jaksa Penuntut Umum Jenewa, Olivier Jornot sebagaimana dikutip oleh harian Tribune de Geneve.
Seperti diungkap oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ), Swiss menjadi negara ketiga yang paling banyak menjadi lokasi operasi bank, firma hukum, dan perusahaan yang menjadi perantara Mossack Fonseca dalam mendirikan sebuah perusahaan, yayasan, atau trust bagi nasabahnya.
Panama Papers menyeret banyak nama kepala negara, mantan kepala negara, kerabat dekat kepala negara, politisi, dan pengusaha yang disebut menggunakan jasa Mossack Fonseca untuk mengalirkan dana ke perusahaan offshore di negara-negara surga pajak. Negara surga pajak adalah negara yang memberlakukan pajak rendah, bahkan nol. (Reuters)
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan