Suara.com - Kejaksaan Jenewa, Swiss, pada Kamis (7/4/2016) memulai penyelidikan kriminal terkait munculnya Panama Papers, dokumen rahasia firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca. Dokumen tersebut mengungkap penggunaan perusahaan offshore, termasuk institusi keuangan di Jenewa.
"Kami telah memutuskan untuk membuka prosedur dalam kerangka kerja skandal Panama Papers, namun saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh," kata Jaksa Penuntut Umum Jenewa, Olivier Jornot sebagaimana dikutip oleh harian Tribune de Geneve.
Seperti diungkap oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ), Swiss menjadi negara ketiga yang paling banyak menjadi lokasi operasi bank, firma hukum, dan perusahaan yang menjadi perantara Mossack Fonseca dalam mendirikan sebuah perusahaan, yayasan, atau trust bagi nasabahnya.
Panama Papers menyeret banyak nama kepala negara, mantan kepala negara, kerabat dekat kepala negara, politisi, dan pengusaha yang disebut menggunakan jasa Mossack Fonseca untuk mengalirkan dana ke perusahaan offshore di negara-negara surga pajak. Negara surga pajak adalah negara yang memberlakukan pajak rendah, bahkan nol. (Reuters)
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu