Suara.com - Kepolisian Daerah Lampung meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan terkait kasus kematian tiga pasien yang terjadi di Rumah Sakit Mitra Husada Kabupaten Pringsewu.
"Kami sudah menaikkan status kasus kematian tiga pasien itu menjadi penyidikan usai gelar perkara Jumat (8/4) petang agar lebih memudahkan pemeriksaan seluruh pihak terkait," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung Kombes Dicky Patrianegara, di Bandarlampung, Minggu.
Menurut dia, dengan ditingkatkannya status itu menjadi penyidikan, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap Kepala RS Mitra Husada untuk memberikan keterangan terkait prosedur di rumah sakit tersebut.
"Semua masih kami selidiki, dan apakah akan ada tersangka, kita lihat saja usai penyelidikan," katanya.
Berkaitan dugaan malapraktik, ia menegaskan, pihaknya tidak bisa serta merta menyatakan bahwa kejadian tersebut sebagai peristiwa semacam itu.
Dalam hal penggunaan obat pembiusan Bupivacaine Spinal, ia melanjutkan, pemakaian obat anastesi ini sebelum operasi ketiga pasien yang akhirnya meninggal tersebut juga akan diselidiki kebenarannya.
"Semua sisi akan kami lihat dan cari data serta faktanya, sehingga tidak menimbulkan dugaan yang keliru di kemudian hari," kata Dicky.
Keluarga pasien korban meninggal dunia di RS Mitra Husada Pringsewu mengaku kecewa karena pihak RS hingga kini belum memberikan penjelasan penyebab kematian keluarga mereka. Kekecewaan itu, antara lain disampaikan keluarga besar almarhum Suripto (60), pensiunan guru SMA Negeri 2 Pringsewu.
Warga Pringombo Kelurahan Pringsewu Selatan itu merupakan satu dari tiga pasien RS Mitra Keluarga yang meninggal dunia di RS tersebut.
Harnani (55), istri almarhum Suripto yang sempat syok karena suaminya meninggal dunia setelah menjalani operasi di RS Mitra Husada pada Senin (4/4), mengatakan, pihak RS pada Rabu (6/4) berjanji untuk memberi keterangan, namun tidak jadi tanpa ada alasan yang jelas.
"Begitu juga dengan janjinya pada Kamis (7/4) sore akan datang, tetapi tak dipenuhi," ujarnya.
Harnani dan keluarga besarnya sudah ikhlas atas kepergian Suripto karena sudah takdir. "Saya mengikhlaskan kepergian suami saya. Semoga dapat tenang di sisi-Nya," ujarnya. Namun pihak keluarga tetap meminta kejelasan dari pihak RS atas penyebab kematian keluarga mereka itu. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal
-
Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!
-
Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia
-
Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo
-
Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya
-
Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
-
Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional
-
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!