Suara.com - Kader Partai Demokrat, Mischa Hasnaeni Moein, telah selesai menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Pemeriksaan dilakukan terkait, laporan pengusaha bernama Abu Arief Hasibuan atas dugaan tindak pidana penipuan proyek di Jayapura tahun 2014.
Kuasa Hukum Hasnaeni, Jon Mathias mengatakan, kliennya tersebut mendapatkan sekitar 18 pertanyaan untuk hari ini, Jumat (15/4/2016), terkait dugaan kasus penipuan tersebut. Dimana sebelumnya, Hasnaeni juga telah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik.
"Ada 50 pertanyaan untuk detail keseluruhannya, terkait peristiwa yang dilaporkan," kata Jon.
Lanjut Jon, kliennya tetap merasa tidak melakukan penipuan tersebut. Apalagi, saat ini Hasnaeni mencalonkan sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta 2017.
"Semua sudah kita bantah, jadi ibu ini kan baru prasangkaan, indikasi status saksi dan semua juga udah kita bantah dan kemudian perkara ini kan udah lama," terang Jon saat ditemui di Polda Metro jaya, Jakarta Selatan, Jumat (15/4/2016).
Menurut Jon, kliennya tidak mengenal Pelapor. Saat itu, justru dia (pelapor) datang sendiri Husnaeni.
"Tidak menjabat apa apa, pengusaha saja, sekarang kan Bapak itu (Pelapor) datang sendiri kesana bawa orang. Kan datang ke rumah, tidak diundang bukan keinginan dari ibu," pungkas Jon.
Pantauan Suara.com, Hasnaeni proses pemeriksaan oleh penyidik memakan waktu hampir sekitar enam jam, terkait dugaan penipuan yang dilakukan Calon Gubernur DKI Jakarta 2017 itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat