Suara.com - Purusahaan minyak besar di Ekuador menutup kilang miyak Esmeraldas karena takut terjadi gempa susulan. Kilang minyak yang ditutup itu menghasilkan minyak mentah 110.000 barrel per hari.
Pedro Merizalde, kepala perusahaan minyak negara Petroecuador menjelaskan penutupan itu tidak akan menyebabkan krisis minyak. Sebab hanya dilakukan untuk sementara.
Sebelumnya pemerintah mencatat ada 28 orang tewas dalam gempa 7,8 SR di lepas laut pantai Pasifik negara itu Sabtu malam atau Minggu (17/4/2016) waktu Jakarta. Gempa menyebabkan kerusakan besar di Guayaquil.
Sebelumnya dilansir bnonews, Pusat gempa di barat lalut Ekuadot dekat Pedernales dan Muisne. Seismolog mengatakan sebuah peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk wilayah pesisir Ekuador dan Kolombia.
Gempa terjadi Sabtu (16/4/2016) pukul 18:58 atau Jumat pagi waktu Indonesia. Pusat gempa di Pedernales atau 28 kilometer (17 mil) tenggara dari Muisne. Gempa ini termasuk dangkal.
Belum ada informasi segera tentang kerusakan atau korban. Namun pemadaman listrik di daerah dekat dengan pusat gempa telah dilakukan. Chili Hidrografi dan Oseanografi Layanan Angkatan Laut (Shoa) mengatakan tidak ada ancaman tsunami ke pantai Chile. (Reuters/NBCnews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
WALHI 'Semprot' Pemprov DKI: Bukannya Perluas Akses Transportasi Umum, Malah Naikkan Tarif
-
Heri Gunawan dan Istri Kompak Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR BI-OJK, KPK Bakal Panggil Paksa?
-
Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara
-
Bisakah Rumput Laut Menggantikan Plastik? Riset Indonesia Cari Jalan Keluar dari Krisis Sampah
-
Buntut Vonis Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, DPR Respons Desakan Revisi UU Peradilan Militer
-
Ada Demo Mahasiswa, Selain Bundaran HI Hindari 4 Ruas Jalan Ini
-
WALHI Kritik Kenaikan Tarif Transjakarta, Krisis Udara Ibu Kota Bakal Makin Parah
-
Jakarta Siaga Macet Hari Ini, Cek Jalur Alternatif Hindari Demo Mahasiswa di HI
-
Polisi Proses Hukum 2 ABH Penganiaya Bocah di RPTRA Senen: Satu Ditahan, Satu Wajib Lapor