Suara.com - Isu kasus pembelian tanah untuk Rumah Sakit Sumber Waras terus menggelinding, bahkan masuk ke ranah politik. Baru-baru ini, Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon meminta Presiden Joko Widodo mengklarifikasi rumor yang menyebutkan Presiden Jokowi melindungi Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas kasus tersebut.
Ketika dimintai tanggapan wartawan, Minggu (17/4/2016), Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan tidak mau terbawa isu.
"Wah, kalau itu saya nggak tahu. Saya kira nggak ada gitu-gituan. Biarkan hukum yang membicarakan itu. Nggak usah terlalu heboh kita," kata Luhut di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Rumor tersebut diperkuat, antara lain dengan pertemuan antara Jokowi dan Ahok di Istana baru-baru ini. Ketika diminta tanggapan soal itu, Luhut mengaku tidak tahu.
"Saya nggak tahu, karena saya nggak ada di Jakarta belakangan (baru pulang dari AS)," kata Luhut.
Pernyataan Fadli Zon yang meminta Jokowi mengklarifikasi rumor melindungi Ahok terkait kasus RS Sumber Waras disampaikan di acara diskusi Polemik Sindo Trijaya FM bertema Pro Kontra Audit Sumber Waras di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (16/4/2016).
"Saya kira harus ada klarifikasi dari presiden. Kasus ini ada rumor kalau presiden melindungi Ahok. Makanya presiden harus berikan klarifikasi," kata Fadli
Fadli mengatakan kalau rumor tersebut tidak benar, harus dibantah Jokowi.
"Saya enggak tahu, ini harus diklarifikasi, kasus ini tertahan (di KPK) katanya presiden melindungi Ahok. Ini kasus, rumor ini harus dibantah kalau ini enggak benar," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim