Suara.com - Rumor bakal hengkangnya Dani Pedrosa ke Yamaha musim depan dibantah Prinsipal Tim Repsol Honda, Livio Suppo. Pria asal Italia tersebut mengungkapkan pihaknya telah menemui Pedrosa guna mengonfirmasi kebenaran isu ini.
Hasilnya, baik Pedrosa maupun pengacaranya membantah ada pendekatan dari rival abadi timnya itu. Suppo juga menegaskan pihaknya akan memprioritaskan perpanjangan kontrak kedua pebalapnya--Pedrosa dan Marc Marquez--yang habis akhir musim ini.
"Prioritas utama kami adalah mempertahankan kedua pebalap, baik Dani maupun Marc," kata Suppo dalam wawancara dengan Crash.net. "Kami juga telah berbicara dengan pengacara Dani dan Dani sendiri, mereka mengonfirmasi ketidakbenaran berita itu.Artikel yang dituliskan El Pais--media Spanyol--tidak benar. Saya percaya Dani dan pengacaranya, bahwa situasinya tak akan berubah."
Suppo menambahkan rumor hengkangnya Pedrosa hanyalah isu yang digembar-gemborkan media. Pihaknya juga mengungkapkan tidak ingin terburu-burut terkait perpanjangan kontrak Marquez dan Pedrosa.
Di samping itu, Suppo mengatakan pihaknya bisa memahami jika pada akhirnya isu Pedrosa ke Yamaha jadi kenyataan. Baginya, masalah perpindahan seperti itu hal yang normal terjadi di dunia balap motor paling bergengsi di dunia tersebut.
"Sejujurnya, saya memercayai apa yang dikatakan Dani. Jika dia ingin ke Yamaha, saya bisa mengerti itu mungkin karena dia butuh motivasi baru atau apalah. Saya tidak yakin jika kepergiaannya ke Yamaha karena uang."
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend