Suara.com - Partai Nasdem sebagai pendukung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 tak khawatir apabila di pesta demokrasi DKI tahun depan akan ada koalisi gemuk untuk melawan Ahok.
Hal ini dikatakan Ketua DPD Partai Nasdem Bestari Barus saat menanggapi adanya sinyal koalisi gemuk yang akan dilakukan PDI Perjuangan, Gerindra, PKS dan PPP di Pilgub DKI.
"Dalam satu perhelatan biasa saja, ada yang medukung ada yang tidak, itu hal yang biasa saja, saya rasa selama aturan mainya tegas, kemudian juga berkompetisi dengan harmoni tak masalah," ujar Bestari saat dihubungi wartawan suara.com, Jumat (13/5/2016).
Bagi Bestari, masyarakat yang menentukan pilihan siapa calon yang pantas untuk memimpin Jakarta 2017-2022. Bisa saja kata dia calon dari lawan Ahok lebih baik, sehingga masyarakat memilihnya, ataupun sebaliknya.
"Yang jelas yang terbaiklah menurut masyarakat yang menang, yang akan dipilih. Jadi bukan masalah koalaisi atau indepneden, tapi lebih pada jatuhnya nanti pilihan masyarakat ke mana," jelas Bestari.
"Tapi masyarakat yang pilih, apakah (memilih ke) kolaisi yang gemuk atau tidak. Yang memenangkan tergantung pada masyarakat," kata Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI itu menambahkan.
Lebih jauh, Nasdem dikatakan Bestari tidak akan meninggalkan Ahok di Pilgub DKI 2017 walaupun partai politik lain mengusung pasangan calon dengan cara melakukan koalisi besar.
"Tetap lah kita. Kan memang sudah deklarasi jauh hari," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?